Dikisahkan bahwa Rabi'ah al 'Adawiyah mempunyai seorang temanyang sangat alim, dia bernama Mu'adzah al 'adawiyah. Mu'adzah adalah seorang wanita yang sangat menjaga penglihatannya selama 40 tahun, selain itu dia adalah seorang ahli puasa, tak pernah makan disiang hari dan juga tidak pernah tidur di malam hari, malam nya selalu diisi untuk bermunajat pada Sang Kholiq. Hidupnya hanya untuk Allah, setiap detik setiap waktu hanya Allah hingga ada seseorang bertanya perihal kebiasaannya tersebut.
Fulan : "Wahai Mu'adzah, aku tahu engkau adalah sahabat dari Rabi'ah, aku tahu bahwa hidupmu hanya untuk Allah, dan engkau tak pernah tidur dimalam hari, tidak makan disiang hari. apakah hal seperti itu tidak membahayakan bagimu?"
Mu'adzah : "Wahai Fulan, sebenarnya aku hanya mengakhirkan satu waktu ke waktu yang lain, aku mengakhirkan tidurku dari malam sampai siang hari dan mengakhirkan makan dari siang sampai malam hari".
Suatu ketika Mu'adzah menemukan tulisan ayahnya yaitu Abdullah R.A yang mana di dalam tukisan tersebut, diceritakan bahwa ada seorang perempuan yang menjadi qodim (pembantu), perempuan tersebut selalu menggunakan malam nya untuk qiyamul lail (melakukan ibadah pada malam hari).
Ketika perempuan itu tertidur, dia berdiri dan berputar-putar di dalam rumah seraya berkata : "Hai nafsuku, tidur ada di depanmu, apabila aku sudah mati, maka akan lama tidur di dalam kubur dalam keadaan susah atau senang dan perempuan itu tak henti-hentinya berkata seperti itu sampai shubuh".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar